Tampilkan postingan dengan label Tragedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragedy. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Februari 2013

The WORST WAY EVER to make Cookies!

Panas...

/Jupe ngesot (?)/

aaah...

/napa tjoy?-_-) /

Di siang atau sore ya? Alah pokoknya antara dua itu dah.

Gue dan saudara kesayangan gue Laila, lagi kehabisan stok cemilan. Sementara musuh sudah makin dekat pemirsa! Astaga bagaimana ini? Perang dunia III makin memanas! Sementara kita kehabisan stok makanan!

Balik. Baliklah ke normal /pake jampi-jampi/

YANG SERIUS AH 

Readers: Yee yang dari tadi ngalor ngidul sapa coy?

Ok jadi di siang bolong panas terik, gue sama saudara kesayangan gue, Laila kehabisan stok makanan. Isi kulkas cuma sayuran layu, gula jawa yang gak jelas bentuknya, tumpukan saos saset yang menggunung, dan hal-hal lain yang harusnya gak ada di kulkas.

"Laper nih" ucap gue. 

"Gak peduli" kata readers.

Eh ngapain lu pada? Syuh syuh!

/ditimpuk tomat/

"Iya nih laper. Enaknya makan apa ya?" tanya Lela <--faktor males ngetik panjang

Hening.

"AHA!" 

Seperti orang yang menemukan penemuan yang layak mendapat hadiah nobel, gue mendeklarasikan ide gue.  

"Masak kue yuk!"

Nah ini dia yang biasa gue lakuin ama saudara gue (biasa tapi heboh?). Sudah banyak percobaan memasak yang gue lakuin bareng dia. Namun hasilnya?

Tong sampah tersenyum penuh kemenangan. 

Tapi kali ini kita tidak kehilangan semangat. Lela pun mengangguk dengan antusias mendengar ide brilian gue yang layak di penuhi. Membayangkan kue lezat memasuki mulut dan tertelan ke kerongkongan membuat kami banjir liur (jorok sekali).

Seperti ini...


Penggambaran kue lezat di benak gue 

Atau ini? 


Sempurna

Atau bisa juga yang ini?




Abaikan pictspam barusan.


Dengan mengambil langkah seribu, wuzz(?) secepat cahaya kami melesat ke dapur dan membuat dapur tersebut bergetar (dapur nya ringkih amat) seketika. 

"Kita mau buat apa?" tanya gue.

"Enaknya apa ya?" pikir Lela.

Kami segera mencari resep yang enak, sehat, lezat, legit, harum, segar, dan sebagainya.

Satu abad kemudian.

"Ah aku tahu!" ucap Lela bangkit dari kursi reyotnya yang penuh debu dan laba-laba.

"Apa?' tanyaku sambil membelai rambut gondrongku.

Go back to the normal situation please.

Gue menunggu jawaban Lela meski harus penantian panjang... /Nikita salto (?)/ 


"Kita buat kue donat bolong!"


Heh? 

Entah kepala sodara gue ketiban apa tapi yang namanya donat dari jaman kuda ngesot ampe sapi terbang juga bolong. 

"Hah? kue apaan tuh?" gue terheran-heran.

"Enak deh itu buatan ku sendiri. Waktu di rumah (beda provinsi ama gue) aku pernah buat dan enak loh!"

"Hah? beneran tapi kok aneh sih?"

"Udah deh ayo coba buat"

"Itu kue da..."

Dan perdebatan kecil dimulai. Gue berusaha menanykan apa komposisi dan bahan dasar pembentuk kue absurd tersebut dan sodara gue memberikan teori-teori ajaib yang di buku Harry potter aja paling kagak ada. 

"Oke oke kita buat"

Akhirnya perdebatan itu slese dengan gue yang mengalah. 

Dan gue beserta sodara gue mulai mengeluarkan bahan-bahan yang diperlukan. 

Resep Kue Donat Bolong 

Bahan:
-Tepung (entah berapa kg)
-Mentega
-Meses
-Gula
-Minyak
-Telor
-Aer
Selanjutnya lupa

Alat:
-Tangan (konyol bat)
-Oven

Dan pembuatan kue tersebut dimulai.

Tepung (yang entah diayak atau kagak) dimasukin baskom beserta gula, telor, aer, mentega, lalu di aduk dengan tangan selama sebentar. Dari pada gue kena karma kayak waktu itu  (silakan baca Kue kering sekeras batu kali. Just click here untuk kisah terkonyol lebih lanjut). Terus dari situlah gue mulai membentuk donat. 

"Ini toh maksudnya" pikir gue.

Pas gue mau mulai membentuk...

Adonan tersebut extremely licin.

Untuk naro ditangan aja susah banget. Jalan kemana-mana (emang punya kaki? -_-). Licinnya udah kaya siput (Readers : Muntah berjamaah). Bener-bener gak bisa di bentuk. Licin luar biasa. Inget pemirsa?  L I C I N. 

"Tambahin minyak aja" timbrung Lela.

Gue pun nambahin minyak dan akhirnya... gampang dibentuk. Gue mulai bentuk jadi donat dan menaburkan meses diatasnya.

"Lumayan juga" pikir gue (lagi). 

Masih banyak sisa adonan, dan akhirnya gue dan Lela setuju untuk tidak pakai bentuk donat yang tergolong kecil-kecil.
Kita memakai bentuk macam-macam.

Akhirnya gue buat bentuk kebab gepeng, Lela bikin pizza peyang, dan bentuk-bentuk yang gak enak dilihat mata lainnya. Dan kami mememberi filling meses di dalamnya. Dilipet-lipet, dan setelah seperempat adonan habis, kami dilanda masalah lainnya.

Gak ada yang bisa nyalain oven. 

Sekedar info, gue cuma ama si Lela, KakMod kakak gue , dan Farras adek gue. Dan dari kita semua gak ada yang bisa nyalain oven termasuk KakMod yang paling tua.

Kami kehabisan ide. Bagaimana mematangkan kue ini sementara adonannya mulai kering? Gawat. ini gawat. Gue gak tau cara matenginnya. Sementara 3 atau 5 menit udah terlewat.

"Oh iya!"

Bagaikan di beri ilham, Lela mencetuskan yang super duper EXOTICS /Kai lewat ngedance MAMA/ /abaikan/ dan bikin gue bengong sejuta bahasa. 

"Kalau gak bisa dipanggang..."

Gue nunggu dengan sabar. 

...

"Di goreng aja!"

...

Hah? 

-Continued 


Post mine, photo by owned. 


Khs :) 

Selasa, 10 April 2012

Kelapa Sawit and ME

Aiih..Halo pembaca dan selamat datang kembali di blog saya! Makasih banget masih setia dataang..
Rubik ini mulai jarang, jadi ayo bangkitkan kembali!

Tersebutlah gadis aneh bernama Khs (?) di sebuah rumah kecil.




picture: bisniskutaikartanegara.com Thank You!

Gua dan temen gua Nadhira, lagi main sambil ngobrol di kamar lama gua. Gua cuma berdua doang soalnya ibu gua pergi. Pulang-pulang, ibu gua dan tante gua banyak bawa makanan dan minuman. Gua yang lagi makan gorengan tiba-tiba merasa 'freak' dari gorengan tersebut (baca: aneh). 

MAKANAN ANEHHHH! *suara hati gue*

Gua pengen muntahin tuh makanan tapi dari pada mubazir dan diomellin ibu gua, gua telen bareng air aja (rencananya).

Kebetulan gua ketemu Fresh Tea. Masih penuh pula! Gua memperhatikan teh tersebut. Rasanya pasti enak kalau teh itu meluncur ke dalam tenggorokkan. Manis, dingin, dan sejuta pemikirran enak lainnya. 

TEH AKU DATANG!

Tanpa keraguan sedikitpun, gua mengambil langkah seribu menuju teh tersebut. Gua genggam teh tersebut penuh kemenangan. Gua buka tutup botol dengan sumringah. Gua teguk penuh nafsu teh tersebut. (lebay abiss)

.....
.....
.....

Tehnya kok kentel..
Makin lama makin pahit..
HOEEK!

Layaknya orang tercekik gua mengambil langkah setriliyun menuju tong sampah, gua muntahkan gorengan beserta 'cairan aneh' tersebut. Rasa lengket beserta pahit dan mual (maaf ya jorok) bercampur aduk. Segera gua minum air putih sampe ludes.

"Nape lo?" tanya Dhira heran. 

Gua yang lidahnya menjulur keluar kayak anjing kepanasan nan lesu cuma diem. 

"Kak, kamu minum yang ada di botol itu?" tanya Tante Watit, tante gua sambil menunjuk botol Freshtea yang kayak ngetawain gua (Fresh tea, just kidding). Gua mengangguk lesu.


"Itu Minyak Kelapa Sawit kak"

Gua meleleh dengernya disertai tawa renyah Nadhira (sad music soundtrack). Gua gak kepikiran itu Minyak. Warnanya sama PERSIS! Gua minum Minyak kelapa sawit?

Dan akhirnya hidup mereka bahagia selamanyaa..(gaje..) Ralat. Gua cuma bisa meratapi nasib.

So buat Customers, hati-hati dalam bertindak Sihir mengagumkan, salah lafal bisa berbahaya.

With Love!

Khs :)

NB: Pepatahnya kalo gak salah ya
Fresh Tea, gua cuma bercanda

Selasa, 14 Februari 2012

Bad Day, Good day

Haii! Annyeong!*kelebihan energi* Bertemu lagi pemirsa sama OrKurJan (baca: orang kurang kerjaan). Ini lanjutan kisah dimana ayke ditimpa hari SIAL alias lanjuttan dari Part One nya. LANgsung AjHAA kITa LIAAt.. (alay version).

2.

Acha, Acha, Acha, itu yang gua pikirkan di kepala gua. Terus terngiang-ngiang akan A-Cha. Gua ampe gila mikirin A-Cha.

Setelah Jesi baca Komik dan menghabiskan Crepesnya, kita memutuskan untuk ke rumah temen kita Nida, buat pinjem telpon. Rumahnya gak jauh dari skul. Jadi kita Naik angkot lagi. 

Setelah selesai menyebrang dari negeri sebelah (baca: dari margo ke detos lewat jembatan penyebrangan), kita naik kereta kuda *saya baru keluar dari RSJ* Ralat. Naik angkot 112. Setelah naik, jalan (ya iyalah masa ngesot?).

Di perjalanan..
Lho? kok ke arah sini? Ah Lanjut..
Dih? Kok jalannya beda? Tahu ah!
LHA!!? DIMANA INI!!!?? *tarzan di tengah angkot*
Salah ANGKOT! Anjirr..

"Jes! Kayaknya salah angkot deh!"
"Iya ya?! Kayaknya iya!"
"Iya nih salah jalan! Liat ini dimana!!"
"Kiri Bang! Turun!" gue nyetop angkot. 
Setelah turun.. gua sama Jesi jalan balik. 

Sial Ketiga, GUA SALAH NAIK ANGKOT.

Gua udah kayak mumi peyot, penuh dengan beban pikiran, gak beli A-Cha, pulang gimana, beban berat di tas, dll membuat gua lebih mirip mumi peyot jalan kesasar di kota. 

"Tunggu" cegah Jesi. 
"Kenapa?" 
"Bener tahu!" 
Eh?
"Naik  112 kan! Bener!"
Wae?!
"Ini cuma beda jalan doang! Bener 112!"
Gua terdiam. Nengok kebelakang. Liat papan iklan Rokok yang sama pas gua mau ke Gramed. Ngeliat Jembatan yang ada sungai ciliwung gede dibawahnya. Ini..

AAAAAAAAAAAAAGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHH!!!! GUAUDAHJALANCAPECAPEKELILINGKAYAKMUMINYASARDIKOTA,NGORBANIN
UANGDENGANSJUTABEBANDIBODYANDPIKIRANGUAAAAAAAAAAAAAA!! *Terjun dari jembatan, hanyut dibawa sungai Ciliwung*

Gua dan Jesi naik 112 lagi. Di angkot, gua kayak alien dari planet X. 

Sial ke empat. ANGKOT yang gua KIRA SALAH ternyata BENER. 

Tuhaan..apa dosa gua..*meratapi nasib*

Setelah gua nyetop Angkot di depan RS Militer, gua ma Jesi naik Ojek ke rumah Nida. Mana mungkin gua jalan! Gua bayar setelah nawar-nawar (duit kering).

Sampe di rumah Nida, gua turun dan mengetuk pagarnya.

"Assalammualaikum!" seru gua. 
"Asslammualaikum!" gua menyeru lagi. Ini Nidanya yang budek atau guanya yang gedor-gedor pager kayak orang dikejar-kejar anjing!?
"Iya?" seorang LanSia (Lanjut usia) keluar dari rumah Nida. 
"Ada Nida gak?" tanya gua berusaha ramah setelah ngos-ngossan kayak di kejar mafia. 
"Nida?" ulang nenek tersebut. 

Hening.

Kali Nida lagi mandi atau belajar.. (pikiran gua)

"Nidanya lagi main di rumah temannya. Gak ada di sini.."

Gua masih hidup kan? 

GUA MASIH MAU HIDUP! HIDUP! HIDUP! HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

Sial Kelima, Udah ke Rumah Nida, tapi orangnya Gak ada.

Gua tanya siapa temennya. Tapi katanya, setelah pulang sekolah langsung pergi, jadi gak tahu.

Karena gak ada uang, gua jalan ke Rumah Nida menuju Sekolah. Gua udah gak sanggup, gua jalan kayak Mumi gepeng yang sekarat. Berjuta pikiran, beban, dan semua yang membuat gua gila. Jalan di tengah siang bolong, dengan penyesalan dan beban berat di pundak. Kesiallan apa lagi nih??

Sampe di sekolah...GUA NEMU SUPIR JESI LAGI NUNGGUIN KITA.

Gua gak tau harus bicara apa lagi.

Dan akhirnya gua pulang ke rumah Jesi dalam keadaan hampir mati. Betul-betul Jalan-jalan tersial gua. 
 Akhirnya gua istirahat di rumah Jesi sambil baca komik yang abis gua beli. Gua gak bakal bisa ngelupain hari ini.

 Buat Para pelanggan, tolong berpikir pintar sebelum bertindak. Penyesalan selalu datang terlambat. :)

With Love for my Customers. Today is Hot (oh ya??)!

Khs :)
 



Selasa, 31 Januari 2012

Bad Day, Good Day

Annyeong Haseyo! Selamat datng kembalii.. ^_^ Actually, ini adalah kisah dimana gw ditimpa HARI SIAL!! Sangat amat sial, saya gak yakin jiwa kalian bakal tahan ngadeppinnya, saya sudah bertapa selama 500 tahun dan mendapat jimat.. #saya emang kebanyakan makan baygon
Bad Day
This is the day when i and my friend went to Gramedia and Margo City. Our target was buying some comic..

From School, i and my friend naik angkot to the Gramedia. Setelah sampai, kita turun di Gramedia and go in. Kami langsung melesat menuju tempat-tempat komik. Langsung deh Temen gw, Gosong beli Cherry banyak banget sama My Lovely Class Leader. Banyak banget. 

"Lu gak beli sesuatu Khan?" tanya Gosong.

"Ogah. Gak ada yang mau di beli" tolakku. 

"Eman lu bawa duit berapa??" tanya gosong.

"30.000" jawab gw. 

"30.000?! Dikit banget!"

Bangke tu anak. Emang dia kira dapet duit gampang? Gw melirik Nakayoshi. Blom ada yang baru. 

"Wah ada Shonen Mags baru" komen gw. Gambarnya Fairy Tail yang agak..

"Beli deh!" rayu Gosong. 

"Ogah ah"

Gosong kembali merayu gw. Rayu, rayu, rayu, dan rayu ampe gw rasanya mau ngelempar dia ke neptunus. 

"YAUDAH GW BELI" seru gw fourple sebel. 
Gw bawa Shonen Mags ke kasir dan membayar. Giliran Gosong bayar. Slese deh. 

Ok gw mau pulang, tapi si Jesi lupa bawa HP. Jadi dia belom di jemput. Gw udah bilang, ke wartel aja. Tapi walaupun sampe botak, di sana gak ada wartel. 

Mampus.

Tadinya si Jesi ngidein pulang dulu. Gw nganga. Pulang dulu?! Jauh gitu juga dia bilang pulang dulu?? Ogah gw mah!
Akhirnya gw ke Margo City, katanya Gosong laper. Sial pertama. Gak tau gimana mau pulang. 

Di Margo, gw ke toko kaset dulu soalnya si Hasna, temen gue nitip Under The Mistletoe nya Justin Bieber. Pas gue sampe gak ada. Ya udah balik. B.U.T..

ADA ACHA!!!!!!

Sialadaachatinggalsatudisela-selakasetlainnyaiturepackagemrsimplenyasuju!!! #tidak bernafas

gak ada harganya, gue tanya ke petugas.

"100.000"

guekagetkayakketibandurepadahaliturepackageharusnya75gak
adabedanyasamamrsimpleyanggwbeliwaktuitupadhalmrsimple
bukanrepackagedanachanyalebihringkihdarimrsimplekok100.00?????

Gw cuma bawa 80.000..

"Tinggal satu loh dek" pancing si petugas yang pengen gw bakar. Emang gua buta ampe
lo mancing2 gua hah!? #gak nyante

KALO GUE GAK BELI KOMIK BISA BELI ACHA!! ANJERRRRRRR

Pulang dari toko CD tersebut, ke-putua-asa-aan menyerang gw. Ke-tidak-semangat-ttan menyerang gw. Jesi beli crapes ber eskrim sambil baca komik dia. Gw aja gak nafsu baca apa-apa. 

INI GARA-GARA LO JES!

Jerit gue dalem hati sementara Jesi gak mengacuhkan gue, tenggelam dalam komiknya. 

Sial ke dua, gw gak beli Acha.

-ongoing

From love to customers :3

Khs :)

Rabu, 25 Januari 2012

Miss the Things!

Annyeong haseyo Pelanggan! We meet again, on  The Royal Pudding of course..


Mohon maaf untuk part Chocolate Cookies: Miss The things, baru sempet di lanjutin..Mianhae..(apa yg bersambung gak ada yg bagusan ceritanya? -pelanggan-)


2.


Mampus. Gimana cara gw ngambil Henry??


Gw nengok kanan-kiri. Ibu gw masih ngobrol ma KakMod. Sesaat KakMod negelirik gw, ngasih isyarat: Cepet ambil! Ni orang sedeng. Masa gw banting dulu ibu gw baru nyelamatin Henry?? Walhasil gue melakukan ide gila kayak orang mabuk semalemman, duduk di tengah kursi, terus pura-pura jatoh.Great Idea! Bertahanlah Henry! Kami akan menyelamatkanmu (kayak di film bgt)!


Strategi di mulai. Mula-mula nyempil di tengah ibu gw dan kakak gw. Kakak gw langsung tau gw mau menyelamatkan Henry. Dia kabur. Ibu gue mulai heran dengan kelakuan gw yg kayak orang gila senyum-senyum sendiri. Gw hanya balas senyum. 


GUBRAK!


Sukses gw jatoh. Ibu gw langsung ngomel. Katanya kelakuan gw kayak anak alay. Ralat ma, kayak monyet Rabies. Gw memasang muka sok imut tapi malah kayak preman sok alim (intinya: gagal total). Gw ngeraba-raba lante. Mana tuh anak (emang gua ibunya?)!? 


Nihil. 


Gw mulai panik. Ibu gw nyuruh gw berdiri. Dengan gerakan kilat, gw bangkit dan merapatkan bangku (model bangkunya 2 dijadiin 1) kayak nemuin harta karun, tapi ketahuan orang laen. Gagal. 


Rencana kedua, nyelippin tangan ke bawah kursi. Gw berusaha nyelippin tangan ke bawah kursi. Hasilnya? tangan gw gak muat. Gw paksa tangan gw ampe merah, gw gak peduli. Yg penting, cepet-cepet jambret Henry dari situ. Gw memasang muka 'berusaha bgt' ampe ortu gw kayak org blo'on ngeliatnya. Hasilnya, gw kayak orang mau BAB tapi gak keluar-keluar.


Stelah setengah mati menyelamatkan Henry, gw udah terkapar. Gue mengibarkan bendera putih, tanda 
M E N Y E R A H.


Mendadak, ibu gw bangkit dari duduknya, ngambil minumnya. Gw Lola. 


KESEMPATAN EMAS! 


Gw geser bangku dengan penuh Sumringah. dan..TA-DA! Henry tergeletak di ditu, sambil senyum (karena emang di fotonya dia senyum). Gw jambret Henry dari situ, lalu gue ungsiin ke posko pengungsian terdekat, sementara ibu gw cuma bisa geleng pala liat gue. Kakmod ikut seneng ilangnya. Dasar Henry ini! Nyari Masalah aja! Dan akhirnya mereka hidup bahagia, selamanya..(dongeng abis)


Penyelamatan selesai, berakhir pula cerita ini! :)


-The End- 


Merci buat para Pelanggan. Have a nice day! 


Khs :)

Jumat, 20 Januari 2012

Miss the Things!

Gw dan kakak gw adalah seorang E.L.F. Jadi gak heran klo lo bakal nemuin tumpukkan album SJ di lemari gw. 


Hari itu gw lg enak-enaknya dengerin Perfection SuJu M. Nyante plus males-malessan padahal keadaan rumah udah kayak kapal pecah. Untuk mendengarkan lagu-lagu tersebut tidak mudah pelanggan. Karena saya tidak diperbolehkan mendegar lagu, jadinya sulit untuk mendengar lagu-lagu tersebut.


Hari ini sedang Victory, karena bokap dan nyokap pergi. Tapi...malapetaka datang.


Nyokap dan bokap datang lebih cepat dari kemaren-kemaren. Walhasil gw dan kakak gw sukses beresin rumah kayak kebakaran rumah melanda gw. 


Nyokap dan bokap masuk, kayak seorang jambret, gw menjambret album-album SuJu gw dari meja TV, dan menyelamatkan album-album gw. 


Setelah menyambut nyokap-bokap, gw menenangkan jiwa raga terlebih dahulu. Saat gw tiba di kamar, gw mendapati KakMod sudah terkapar bagaikan mayat gosong dilalap api. 


"KHANSA!! HENRY ILANG!!"


Hening.


Kalo kalian beli album SuJu yang non Repackage, kalian bakal dapat kartu bergambar salah satu anggota plus tanda tangannya. Kali itu kita dapat Henry. Nampaknya Kakmod yang sudah Semedi di gunung Semeru selama 500 tahun penuh gagal mendapat pujaan hatinya: Kyuhyun. 


Setelah Lola lama, gw langsung panik kayak ada api yang merayap dari baju gw. Gw dan KakMod langsung meningkatkan diri dari 'Normal' ke 'Awas'. 


Gw dan Kakmod bagaikan Regu penyelamat langsung mencari Henry. Mulai dari kolong komputer, lemari, TV, radio, kulkas, sampe kasur tetangga sebelah gw obrak-abrik. Gw berusaha bersikap tak ada apa-apa padahal sangat apa-apa. Tapi hasinya: Nihil.


Tak bisa gw bayangkan jika Henry ditemukan ortu gw, lalu gw diomelin dan dibilang suka cowok aneh kayak gini, terus akhir-akhirnya Henry berakhir di TPA..Membusuks sendirian di sana..TIDAK!


Saat sedang kritis-kritisnya, nyokap malah ngajak KakMod duduk di sofa sambil ngobrol, sementara gw celingak-celinguk nyari si Henry. Ibu gw heran melihat kelakuan gw seakan gw kayak keluar dari rumah sakit jiwa dan merasa di stalkerin mulu. 


Gw nengok ke bawah Sofa dan..mampus. Astaganagakesambergeldekgosongjadiabu.


Henry ada dibawah Sofa yg ibu gw dudukin.  


Gimana cara gw ngambil Henry??


-Continued


Silakan tunggu pesanan selanjutnya ^^


Arigatou! Itadakimasu! 


Khs :)

Kamis, 08 Desember 2011

Kue kering sekeras Batu Kali

This is Double Cookies day! Just a special menu! Chocolate Cookies and Fresh milk, Have a nice tasty!

Kalo mau bikin kue kering, pastinya orang itu bakal membuat adonan yang lembut, dan cepet-cepet dibentuk. Beda lg sama gw dan kedua temen gw yg bodohnya ketulungan..

Abis maen game masak, gw dapet resep chocolate cookies. Rencananya, gw dan kedua temen gw bakal buat kue itu. Oye, nama temen gw itu Nada dan Nadira. Gw ngundang mereka buat kue ini. Mereka setuju. Gw berencana buat di rumah Nadira. 

Kita pun ngumpul di rumah Nadira. Setelah bahan lengkap, kita mulai buat kue itu. Pertama takar bahan-bahannya. Kedua kita masukkin. Setelah di masukkin kita mau menguletkan adonan. 

Tanpa dikomando dan dengan blo'onnya, serempak kita masukkin tangan kita. Denga polos dan tanpa pikir panjang, keenam tangan itu mengaduk-ngaduk sampai ulet bahkan dibanting-banting. Adonan yang kayak lendir itu berubah menjadi ulet oleh keenam tangan itu. Luar biasa..

Setelah dikasih cokelat chip, gw dan kedua temen gw membentuk kue aneh itu. Karena dirumah Nadira gak ada oven, alhasil kita ke rumah gw. 

Masalah terjadi. Pertama, adonannya kegedean. Dan gak akan mateng, kata ibu gw. Stelah dibentuk ulang, dipanggang. Gw ma Nada menunggu penuh harap. 

Wangi enak memenuhi ruangan. Setelah bunyi timer menggema di telinga kami, kami loncat dari kursi dan membuka oven. Wah.. kelihatan oke dan lezattos! Setelah itu kami mengambil satu kue dan mencicipinya. Awalnya agak keras dan alot. 

"Mungkin masih panas.." ucap ibu gw. 

Tapi makin lama malah makin keras. Gw pun nyoba. 

Kraus!

Hening. 

Kampret. 

NIH KUE ATAU BATU KALI SIH?? KERASNYA SEBOJONG! GILA! GIGI GW RONTOK KAYAK HUJAN! GAK KETULUNGAN KERASNYA!!

Setelah gw muter kayak  baling-baling kesetanan, gw nanya penyebabnya. Setelah gw ceritain penyebabnya ibu gw ngakak. Ya jelas lah! dibanting-banting! Emangnya gw pengen bikin roti? 

Setelah kejadian itu, gw kapok buat adonan kue kering. Yang ada malah kelembutan..

Please for any customers, don't be like me..

Tasty if crunchy. Just for my Lovely Customers!

Khs :)


Senin, 17 Oktober 2011

Ceroboh menyebabkan gosong.

Ini cerita yang sangat bodoh. Senin siang, pulang sekolah, gw kelaperan. Rasanya gak bisa hidup tanpa ngemil..gw inget, ada sisa makanan dari parsel. Gw ambil sebuah kue (adalah pokoknya). Terus gw panasin. Tulisannya 15 menit. Gw masukin ke oven toaster terus gw pencet 15 menit. Lama juga ya..pikir gw. Gw tinggalin. Sementara itu gw asyik baca komik

 ***
"Kak!" panggil ibu gw. 
"Iya ma?" jawab gw. 
"Kok ada bau gosong? kayaknya kue mu dah jadi tuh! gosong malah!" ucap ibu gw. 
"Gosong? yah..yaudah" gw keluar kamar. Hmm... wangi nikmat menyeruak. Saat gw melihat oven itu...

Every day i Shock! *B2ST soundtrack* Gw nahan napas. Kueyanggwbakardiovenituhabisdilalapapimenjadihancurdankebakarandidalamoven *menahan napas* !!!!!!!!! KUE YANG GW BAKAR TUH HANCUR JADI ABU!!! ADA APINYA LAGI!! DIDALAM OVEN!!!!

Ibu gw langsung dateng. Gw berusaha tetep tenang. Panik 360 drajat menyerang gw. Gw sok-sokan tenang dn sok gak takut. Gw ambil lap basah terus gw padamin tuh api. Belum kena semua, karena masih ada api dibelakang-lakang, ibu gw yg nanganin. Halah, Gw gak takut (sumpah, gw takut).

Habis sudah kejadian itu. Hujan nasihat mengguyur gw. Kue itu akhirnya berakhir sia-sia. Padahal itu kue brand terkenal yg mahal  dan kalangan atas punya. Gw dimarahin abis-abisan. Dan tulisannya tuh..
15 SECOND bukan 15 MINUETS. Gw gak teliti. Dan juga ceroboh. Nyesel. Padahal kuenya enak(banget).. :P Smoga para pembaca tdk melakukan hal ceroboh seperti ini... T__T

Thanks for reader. Fresh from oven, just for you!

Khs :)